Jumat, Januari 09, 2009

Manfaat Kencur

Jamu merupakan produk tradisional Indonesia yang cukup digemari. Salah satunya jamu beras kencur. Bahan utamanya kencur, ditumbuk bersama beras dan sedikit gula, ditambah air sebagai pengencer. Rasanya memang sedap. Khasiatnya? Jangan tanya, beberapa saat setelah meneguknya penat dan nyeri-nyeri di badan hilang. Insya Allah tidak terasa capek lagi, fresh!

Lagipula masih ada lagi khasiatnya, nafsu makan bertambah, peredaran darah terasa lancer, walhasil tenagapun bertambah. Begitukah khasiat kencur? Atau Cuma sebatas sugesti?

Indentitas Kencur

Kencur adalah istilah orang Jawa untuk menyebut jenis rimpang ini, kalau orang Aceh memanggilnya Ceuko, nama ilmiahnya sih keren namun agak susah untuk menghafalnya yaitu Kaempferia galangal. Dia termasuk kerabat jahe-jahean (gamilia Zingiberaceae), jadi masih saudaranya kunir, jahe, kunci, dan semacamnya.

Seperti saudaranya yang lain -namanya juga masih saudara, kencur punya kemiripan di sana-sini- tumbuh tanpa batang dan membentuk rimpang di dalam tanah. Rimpang inilah bagian tubuhnya yang paling penting, karena manfaatnya. Tanaman kencur dapat hidup dimana saja, asalkan tanahnya gembur dan subur, dengan sedikit naungan.

Khasiat Kencur

Rimpang kencur bermanfaat sebagai sumber minyak atsiri, penyedap makanan, minuman, juga bahan jamu dan obat. Minyak atsiri dalam kencur berupa sineol, asam metal kanil, dan pendekaan. Minyak atsiri ini bias diperoleh dengan cara menyuling rimpangnya.

Hebat juga minyak kencur di dalam kencur ini! Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatic, monoterpena, dan seskuiterpena. Nah, dia yang disebut terakhir ini punya efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri (daya analgesic). Kencur juga bersifat stimulant, sehingga bias sebagai penambah tenaga. Selain itu juga bersifat karminatif atau meluruhkan angina, jadi menghilangkan kembung di perut.

Di Cina, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, selain sakit gigi juga memar, nyeri dada, sakit kepala, dan sembelit. Kabarnya, kencur juga bias untuk mengobati tetanus, radang lambung, muntah-muntah, panas dalam, serta keracunan. Subhanallah.

Sumber : El-Fata edisi 7/II/2002 hal. 63

Berbagai Manfaat Jahe


( Dikutip dari berbagai sumber ) (Zingeber officinale, Rosc.)Familia :Zingiberaceae
Berdasarkan tulisan pada iptek.net.id, bahwa Halia atau jahe (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.Nama Lokal : Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe (Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah;

Pemanfaatan :

1. Reumatik dan Encok

a. Rimpang umbi halia atau jahe secukupnya dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut, selanjutnya ditempelkan pada bagian yang sakit dan dilakukan secara teratur sampai sembuh.

b. 4 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh kering. Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.Cara menggunakan dioleskan sebagai obat gosok pada bagian yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.

2. Mencegah Impoten

Bahan : 2 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh bubuk merica. Umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya; kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan diminum 1 kali seminggu dilakukan secara teratur.

3. Keracunan Udang

3-7 rimpang halia sebesar ibu jari diparut dan ditambah minyak tanah secukupnya. Cara menggunakan dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

4. Sakit Pinggang dan keseleo

4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari diparut dan dicampur dengan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya sampai merata. Cara menggunakan dioleskan (bobok) pada bagian badan yang terasa sakit.

5. Capai dan Pegal-pegal

a. 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dibakar dan dibersihkan, kemudian direbus bersama dengan susu perah secukupnya. Cara menggunakan: diminum biasa.

b. Bahan : 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur. Semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis) bersama-sama. Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.

c. Bahan : 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak. Umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air hangat secukupnya. Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

6. Sakit Kepala

2-3 lembar daun halia ditumbuk halus dan ditambah sedikit air. Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi.

7. Batuk

a. 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

b. Bahan : 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih. Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diremas-remas. Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

8. Mencret dan Muntah-muntah.

Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1 sendok teh minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis), kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih sampai merata. Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok

Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan

Di samping informasi di atas, pada Satumed.com/@dunia, dijelaskan bahwa dapat Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan

Jahe terbukti efektif mengurangi mual-mual karena mabuk perjalanan, menurut para peneliti pada pertemuan Digestive Disease Week.

Jahe adalah obat tumbuhan Cina yang telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi mual-mual. Untuk pertama kalinya, Dr. Wei Ming Sun dan rekan-nya dari The University of Michigan, Ann Arbor, melakukan penelitian yang membuktikan keefektifan jahe dalam meringankan gejala mabuk perjalanan.

7 orang yang sehat, usia 18 sampai 35 tahun, dibuat mabuk perjalanan secara buatan, dengan cara diputar-putar dalam sebuah drum besar selama 30 menit setelah selesai makan. Para peserta penelitian ini diberi bubuk jahe sebanyak 1.000 miligram atau pil plasebo (obat kosong) satu jam sebelum mabuk perjalanan ditimbulkan pada percobaan.

Rasa mual yang terjadi selama drum tersebut di putar, dicatat pada skala 1 sampai 3. Hasilnya terdapat penurunan secara bermakna pada peserta yang diberikan bubuk jahe daripada peserta yang diberikan plasebo. Menurut penelitian skor rata-rata pada kelompok yang diberikan jahe adalah 1.0, sedangkan kelompok plasebo rata-ratanya adalah 2.5.

Skor rasa mual setelah putaran drum dihentikan, dengan skala 1 sampai 10, adalah 7.8 bagi kelompok yang diberikan plasebo dan 1.5 bagi kelompok jahe. Peserta yang mendapat jahe akan lebih lambat merasakan mual, yaitu 11.4 menit berbanding kontras dengan mereka yang diberikan plasebo, yaitu 4.6 menit, menurut kelompok peneliti Sun.

Para peneliti juga mengukur aktivitas listrik dalam perut dan menemukan bahwa jahe menahan tingkat kontraksi di perut tetap normal selama putaran drum. Sebaliknya, kelompok plasebo merasakan peningkatan kontraksi sebanyak 7% dalam perut.

Pengobatan anti mabuk perjalanan memiliki efek samping yang signifikan, seperti pusing-pusing, dan mulut kering. “Jahe merupakan pengobatan alternatif herbal yang efektif,” kata Sun.

Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari

Sumber lain menulis, bahwa Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari

Bagi Anda yang pada pagi hari selalu menghadapi keluhan mual dan muntah, jangan kuatir karena menurut penelitian tamanan tradisional jahe diyakini dapat meringankan keluhan pagi hari itu.

Jahe (Zingiber Officinale) telah lama dikenal dan ditanam orang namun tak seorangpun tahu dari mana asal tumbuhan ini. Di Cina, jahe dikeringkan pertama kali disebut dalam ramuan yang ditujukan dalam Divine Plowman Emporer Shen Nong yang hidup 2000 sebelum Masehi. Jahe juga telah tumbuh beratus-ratus tahun di India.

Menurut peneliti Caroline Smith, PhD. Seorang professor obstetrics dan gynecology Univeristas Adelaide, Australia menyebutkan dari hasil penelitiannya bahwa ada efek menguntungkan dari minum jahe bagi wanita karena jahe dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Berbagai penelitian lain juga menujukan bukti ilmiah bahwa pemakaian jahe dapat mengontrol mual dan muntah di pagi hari yang disebut-sebut sebagai penyakit pagi hari bahkan penelitian menyebutkan jahe tidak memiliki efek samping baik pada ibu ataupun bayi.

Dalam penelitiannya, Caroline melibatkan 291 wanita yang mengkonsumsi 1 gram jahe atau 75 mg vitamin B-6 (25 mg tiga kali sehari). Vitamin B-6 dapat mengontrol mual namun tidak berfungsi bagi muntah.

Namun demikian baik jahe ataupun vitamin B-6 aman dan pilihan yang tepat untuk mengurangi keluhan pagi hari itu.

Meningkatkan Gairah Seksual

Menurut kompas.com (29/07/2002), jahe diramu dengan bahan lain menjadi jamu cabe puyang dapat Meningkatkan Gairah Seksual

Para penjual jamu sering mempromosikan cabe puyang sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, serta keluhan badan panas dingin atau demam.

Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua. Khasiat lain: meningkatkan stamina dan gairah seks, serta meningkatkan nafsu makan. Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya.

Bahan lain yang ditambahkan antara lain: Temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, lengkuas merah, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala juga dicampur gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara Mengolah

Menurut Purwo Suryanto, dalam pembuatan jamu cabe puyang kita mesti menghindari alat dari alumunium atau logam karena bisa memunculkan reaksi kimia. Sebaiknya gunakan kuali tanah untuk merebus.

Misalnya untuk meningkatkan gairah seksual kita gunakan bahan-bahan seperti tertera pada kolom 14. Ukuran bahan ini cukup untuk sehari (pagi dan sore).

• cabe jawa 1,5 potong

• lempuyang 16 gr

• jahe 6 gr

• lengkuas merah 5 gr

• adas 3 gr

• gula aren secukupnya.

Cara I

Semua bahan diiris-iris kecil, lalu dicuci dengan air. Setelah itu, masukkan bahan ke dalam kuali dan diisi dengan air sebanyak 3 gelas (200cc). Tutup kuali dan biarkan sampai mendidih. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit. Setelah dingin, jamu siap diseduh dan diminum.

Cara II

Bahan-bahan yang sudah dicuci, digiling sampai halus atau ditumbuk. Masukkan tumbukan ke dalam air (200cc), lalu didihkan. Jangan lupa menutup kuali sampai rebusan menjadi dingin. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit lalu saring air rebusan. Minum air rebusan.

Aturan Pakai

Untuk mereka yang habis sakit, minumlah jamu dua gelas sehari (pagi dan sore) selama dua minggu. Setelah badan dirasa sudah baik, minumlah seminggu dua kali.

Sumber lain juga mendukung bahwa jahe dapat meningkatkan Gairah Seks.

Selain digunakan sebagai bumbu, jahe juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Secara tradisional rimpang yang rasanya pedas dan panas ini digunakan sebagai obat batuk, penghangat tubuh, meningkatkan stamina, dan afrodisiak alias untuk menambah daya dorong energi seksual Anda. Wah!

Diantara semua jenis empon-empon, jahe termasuk yang paling banyak diteliti. Menurut British Herbal Pharmacopoeia, buku standar obat herba Inggris, jahe bermanfaat mengurangi gas dalam perut, meredakan gangguan pencernaan, peluruh keringat, anti mabuk, dan peluruh dahak.

Selain itu jahe juga diketahui mengurangi kadar kolesterol darah dan mencegah pembentukan plak dalam pembuluh darah arterial. Pemakaian jahe dapat dilakukan secara internal yaitu dalam bentuk teh, kapsul, atau tinktur dan eksternal, yaitu sebagai bahan untuk memijat. Pijatan dengan minyak jahe dapat meredakan kelelahan, mengendurkan ketegangan otot dan membersihkan toksin.

Walaupun manfaatnya banyak dan aman digunakan wanita hamil selama tidak berlebihan, jahe tidak dianjurkan bagi penderita gangguan empedu, demam tinggi, dan tukak saluran cerna. Pemakaian jahe juga harus dikonsultasikan pada dokter jika menggunakan obat anti koagulan (warfatin), anti diabetes dan obat jantung.

Untuk meningkatkan gairah seks, bahan:4 cm jahe merah; 7 butir merica hitam; 1 sdt kulit jeruk purut.

Cara membuat: haluskan semua bahan, tambahkan sedikit air masak sampai menjadi adonana. Bulat-bulatkan sebesar ujung kelingking, diameternya sekitar 0,5 cm. Telan 3-5 butir menjelang tidur.

Untuk batuk, bahan:4 cm jahe; 1/2 sdt adas; 4 cm kayu manis; 6 buah cengkeh; 3/4 gelas gula merah iris.

Cara membuat: jahe dibakar sebentar, lalu dikupas dan dimemarkan. Rebus jahe dan bahan-bahan lain dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Angkat ramuan, saring. Minum setelah dingin 3x sehari seukuran 4 sendok makan. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas, 3x sehari ukuran 2 sendok makan.

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Zat-zat yang terdapat pada halia atau jahe (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.

di dukung oleh herbal

Pengikut