Senin, Januari 12, 2009

Langkah Membuat Obat Tradisional

Pembuatan Ramuan Obat Tradisional

Untuk membuat obat tradisional berupa ramuan yang dibuat sendiri, dapat dilakukan cara sederhana dengan mengikuti petunjuk pembuatan ramuan. Telah diajarkan cara tersebut dan ternyata dapat dipraktikkan dengan mudah, karena bahan yang digunakan mudah didapat serta pembuatan yang sederhana. Pengajaran pertama diberikan kepada petugas kesehatan berupa teori singkat dan praktik pembuatan ramuan menggunakan bahan-tanaman obat setempat dan peralatan dapur yang ada. Pengetahuan yang diberikan antara lain tentang:

  1. Bahan baku

    Dibutuhkan pengetahuan tentang pengenalan tanaman berkhasiat obat. Bahan baku yang digunakan adalah bagian tanaman atau seluruh tanaman yang masih segar dan dicuci dahulu sebelum digunakan. Pilih tanaman atau bagian tanaman yang tumbuh subur, dalam keadaan utuh tidak dimakan serangga atau ulat dan tidak busuk atau layu. Bahan segar yang dapat disimpan adalah kunyit, temuwak, kencur, buah jeruk nipis, kencur, dll. Bila menggunakan bahan yang sudah kering, pilih yang belum bercendawan dan dimakan serangga. Sebelum digunakan dicuci dahulu.

  2. Air

    Gunakan air bersih untuk mencuci bahan yang akan digunakan dan untuk membuat ramuan. Pembuatan obat tradisional yang tidak membutuhkan pendidihan atau dimasak harus menggunakan air masak.

  3. Peralatan

    Dapat digunakan peralatan memasak yang ada di dapur seperti pisau, talenan, panci, parut, dll. Peralatan dicuci bersih terlebih dahulu sebelum digunakan dan setelah digunakan sehingga tidak tercampur dengan bahan masakan, khususnya yang berasal dari hewan. Untuk merebus, dapat digunakan panci yang dilapisi email atau menggunakan kuali/periuk dari tanah liat. Jangan menggunakan panci yang terbuat dari kuningan atau besi untuk menghindarkan timbulnya endapan, konsentrasi larutan yang rendah, timbulnya racun, atau efek samping lain akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat. Khusus untuk merebus jamu yang memberikan rasa pahit, sebaiknya digunakan panci khusus.

  4. Meramu

    Sebelum meramu, cuci tangan sampai bersih, siapkan bahan, dan letakkan pada wadah yang bersih. Pastikan bahwa telah diketahui resep ramuan yang akan dibuat (bila perlu melihat catatan).

  5. Bobot dan takaran

    Untuk mengukur bobot/takaran dapat digunakan peralatan yang ada di rumah tangga, misalnya gelas, cangkir, sendok, jari, helai, dll. Bobot dan takaran sesuaikan dengan resep yang telah diketahui.

  6. Cara merebus ramuan

    Untuk merebus bahan/ramuan segar maupun kering, perlu diperhatikan hal berikut:

    1. Bahan yang terlalu tebal seperti rimpang, batang dipotong-potong tipis terlebih dahulu.
    2. Masukkan bahan ke dalam wadah dan masukkan air sampai bahan terendam (sesuai takaran) dan nyalakan api. Api dapat kecil atau besar sesuai kebutuhan. Obat yang bersifat tonik biasanya direbus dengan api kecil sehingga bahan aktif dapat secara lengkap dikeluarkan ke dalam air rebusan. Obat yang bersifat mengeluarkan keringat, misalnya ramuan untuk influensa, gunakan api besar sehingga dapat mendidih dengan cepat. Dengan cara tersebut, penguapan dari bahan aktif yang mudah menguap dapat dicegah.
    3. Bila tidak ada ketetuan lain maka perebusan dianggap selesai bila air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula.
    4. Jika ramuan terdiri dari banyak bahan yang keras seperti batang, biji, maka perebusan dianggap selesai bila air tersisa sepertiganya
  7. Penggunaan

    Pastikan bahwa telah diketahui cara penggunaan ramuan. Obat tradisional ada yang digunakan dengan cara diminum atau merupakan obat luar. Penggunaan obat tradisional selama tiga sampai empat hari dan belum ada tanda-tanda penyembuhan atau perbaikan keluhan, segera dibawa ke tempat pelayanan pengobatan terdekat. Bila keluhan semakin memburuk, segera dibawa ke tempat pelayanan pengobatan terdekat tanpa menunggu atau mencoba-coba ramuan lainnya lagi.

  8. Aturan minum dan jangka waktu pemakaian

    Ikuti petunjuk atau aturan minum yang sudah diketahui atau diajarkan. Dosis perlu diperhatikan dan ditaati agar pengobatan mencapai hasil yang diharapkan. Obat biasanya diminum sebelum makan, kecuali bila ramuan tersebut merangsang lambung. Obat yang bersifat menenangkan dan menyebabkan kantuk sebaiknya diminum menjelang tidur malam. Obat tradisional yang digunakan bersama-sama obat moderen sebaiknya diberi jangka waktu minum, yaitu selisih sekitar 2 jam untuk kedua jenis obat ini.

    Sebaiknya, ramuan segera diminum dalam keadaan segar. Untuk ramuan yang tidak dididihkan atau direbus, gunakan segera dalam waktu 12 jam. Sedangkan ramuan yang direbus dapat digunakan dalam jangka waktu 24 jam

Sumber : www.kesrepro.info

Hormon dan pengaruh-pengaruhnya

Hormon Pada Tubuh Manusia

Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar seks dan kelenjar adrenalin langsung ke dalam aliran darah. Mereka secara sebagian bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual.

Hormon-hormon seks utama dapat dibedakan menjadi estrogen atau androgen. Kedua kelas hormon ini ada pada pria dan wanita, namun dalam kadar yang berbeda. Kebanyakan pria memproduksi 6-8 mg testosteron (sebuah androgen) per hari, dibandingkan dengan kebanyakan wanita yang memproduksi 0,5 mg setiap hari. Estrogen juga ada pada kedua jenis kelamin, namun dalam jumlah yang lebih besar pada wanita.

Estrogen adalah hormon seks yang umumnya diproduksi oleh rahim wanita yang merangsang pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti halnya payudara dan rambut kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur siklus menstruasi. Pada kebanyakan wanita, hormon indung telur tidak memainkan peran yang penting dalam gairah seks mereka. Dalam sebuah penelitian pada wanita dibawah usia 40 tahun, 90% melaporkan tidak adanya perubahan dalam nafsu seks atau fungsi setelah hormon seks diturunkan karena pengangkatan kedua rahim.

Estrogen penting dalam menjaga kondisi dinding vagina dan elastisitasnya, serta dalam memproduksi cairan yang melembabkan vagina. Mereka juga membantu untuk menjaga tekstur dan fungsi payudara wanita. Pada pria, estrogen tidak memiliki fungsi yang diketahui. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat mengurangi selera seksual, menyebabkan kesulitan ereksi, pembesaran payudara, dan kehilangan rambut tubuh pada beberapa pria.

Androgen adalah hormon seks yang biasanya diproduksi hanya oleh testis pria, namun juga diproduksi dalam jumlah kecil oleh rahim wanita dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada pria dan wanita. Androgen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki. Mereka memulai proses pubertas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah, tubuh, dan alat kelamin, mendalamkan suara, pertumbuhan otot, karakteristik seks kedua pria. Setelah pubertas, hormon androgen - khususnya testosteron - memainkan peran dalam pengaturan gairah seks.

Kekurangan testosteron dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan turunnya gairah seks, dan kelebihan testosteron dapat meningkatkan gairah seks, baik pada pria maupun wanita. Namun, kadar testosteron tidak begitu mempengaruhi daya tarik dan gairah seks saat mereka berada pada batas rata-rata. Gairah seks cenderung dipengaruhi oleh perangsang dari luar (gambar, suara, sentuhan) daripada oleh variasi hormon seks, kecuali dalam beberapa kasus langka. Pada pria, terlalu sedikit testosteron dapat menyebabkan sulit mendapat atau menjaga ereksi, namun tidak jelas apakah kekurangan testosteron mempengaruhi fungsi seksual wanita selain menurunkan gairah.

Namun, tidak ada bukti apapun yang menunjukkan bahwa karena wanita memiliki lebih sedikit testosteron daripada pria, mereka mempunyai nafsu seks lebih rendah. Malah, sepertinya wanita mendeteksi dan bereaksi pada jumlah testosteron yang lebih rendah dalam sirkulasi mereka daripada pria.

Usia tua, sakit, dan beberapa perawatan kanker dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh kita yang rapuh, menyebabkan perubahan dalam fungsi dan gairah seksual. Yang paling dikenal adalah perubahan yang terjadi saat wanita mengalami menopause. Produksi estrogen menurun pada saat ini dimana wanita meninggalkan tahun-tahun dimana ia dapat mengandung anak. Pengaruh seksual paling utama dari penurunan kadar estrogen adalah pengecilan vagina dan penipisan dinding vagina, bersamaan dengan hilangnya elastisitas dan kurangnya pembasahan vagina saat rangsangan seksual. Beberapa wanita mengalami hanya sedikit perubahan dalam fungsi seksual, dimana yang lain dapat mengalami kekeringan dan nyeri saat berhubungan, atau luka pada alat kelamin selama beberapa hari setelah berhubungan bila mereka tidak menggunakan minyak pelumas vagina atau sejenis pengganti hormon.

Para peneliti yang sedang menyelidiki efek-efek dari terapi pengganti hormon pada fungsi seksual wanita telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi estrogen seringkali menyebabkan fungsi seksual kembali seperti asal. Ditambah lagi, androgen telah diresepkan bagi wanita pasca menopause untuk meningkatkan nafsu seksualnya.

Mungkin yang kurang diketahui adalah kenyataan bahwa pria terkadang mengalami penurunan kadar testosteron, yang dapat bertanggung jawab terhadap gangguan seksual. Bagaimana pengurangan hormon ini mempengaruhi gairah seks pria dan ereksi masih tidak jelas. Namun para ahli penyakit dalam pria terkadang merekomendasikan penggantian testosteron untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Ada banyak hal yang masih harus dipelajari mengenai pria dan wanita mana yang membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari terapi penggantian hormon.


Referensi: http://situs.kesrepro.info

Program Baru Obt Gosok Mutiara Sakti

Diawali dari latar belakang kesehatan dan dengan kesehatan yang cukup mahal untuk sekarang ini. Maka dari itu Obat Gosok Mutiara Sakti mengadakan Promosi untuk kesehatan yaitu adanya program baru dari obat gosok mutiara sakti. dan program tersebut adalah penyembuhan REFLEXIOLOGI yang diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada masyarakat luas khusunya untuk daerah Malang raya dengan ketentuan atau syarat menunjukan KUPON obat gosok Mutiara Sakti dengan sekaligus produknya.
"kupon didapatkan dengan membeli obat gosok Mutiara Sakti."

Ketentuan dan syarat mengikuti program penyembuhan Refleksi adalah sebagai berikut:
  1. Harus menunjukan Kupon + Produk Obat Gosok Mutiara sakti
  2. Kupon hanya berlaku untuk satu orang saja
  3. Sesuai dengan Periode yang telah ditentukan
  4. Waktu pelaksanaan ditentukan oleh kedua belah pihakApabila tidak sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan maka dianggap telah selesai mengikuti pelaksanaan
Untuk Informasi Hub: (0341) 467674 / 081-334-771197/(0341)-941211
(
mas trisna unit manajer operasional obat gosok mutiara sakti)

Jumat, Januari 09, 2009

Manfaat Kencur

Jamu merupakan produk tradisional Indonesia yang cukup digemari. Salah satunya jamu beras kencur. Bahan utamanya kencur, ditumbuk bersama beras dan sedikit gula, ditambah air sebagai pengencer. Rasanya memang sedap. Khasiatnya? Jangan tanya, beberapa saat setelah meneguknya penat dan nyeri-nyeri di badan hilang. Insya Allah tidak terasa capek lagi, fresh!

Lagipula masih ada lagi khasiatnya, nafsu makan bertambah, peredaran darah terasa lancer, walhasil tenagapun bertambah. Begitukah khasiat kencur? Atau Cuma sebatas sugesti?

Indentitas Kencur

Kencur adalah istilah orang Jawa untuk menyebut jenis rimpang ini, kalau orang Aceh memanggilnya Ceuko, nama ilmiahnya sih keren namun agak susah untuk menghafalnya yaitu Kaempferia galangal. Dia termasuk kerabat jahe-jahean (gamilia Zingiberaceae), jadi masih saudaranya kunir, jahe, kunci, dan semacamnya.

Seperti saudaranya yang lain -namanya juga masih saudara, kencur punya kemiripan di sana-sini- tumbuh tanpa batang dan membentuk rimpang di dalam tanah. Rimpang inilah bagian tubuhnya yang paling penting, karena manfaatnya. Tanaman kencur dapat hidup dimana saja, asalkan tanahnya gembur dan subur, dengan sedikit naungan.

Khasiat Kencur

Rimpang kencur bermanfaat sebagai sumber minyak atsiri, penyedap makanan, minuman, juga bahan jamu dan obat. Minyak atsiri dalam kencur berupa sineol, asam metal kanil, dan pendekaan. Minyak atsiri ini bias diperoleh dengan cara menyuling rimpangnya.

Hebat juga minyak kencur di dalam kencur ini! Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatic, monoterpena, dan seskuiterpena. Nah, dia yang disebut terakhir ini punya efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri (daya analgesic). Kencur juga bersifat stimulant, sehingga bias sebagai penambah tenaga. Selain itu juga bersifat karminatif atau meluruhkan angina, jadi menghilangkan kembung di perut.

Di Cina, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, selain sakit gigi juga memar, nyeri dada, sakit kepala, dan sembelit. Kabarnya, kencur juga bias untuk mengobati tetanus, radang lambung, muntah-muntah, panas dalam, serta keracunan. Subhanallah.

Sumber : El-Fata edisi 7/II/2002 hal. 63

Berbagai Manfaat Jahe


( Dikutip dari berbagai sumber ) (Zingeber officinale, Rosc.)Familia :Zingiberaceae
Berdasarkan tulisan pada iptek.net.id, bahwa Halia atau jahe (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.Nama Lokal : Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe (Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor);

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah;

Pemanfaatan :

1. Reumatik dan Encok

a. Rimpang umbi halia atau jahe secukupnya dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut, selanjutnya ditempelkan pada bagian yang sakit dan dilakukan secara teratur sampai sembuh.

b. 4 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh kering. Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.Cara menggunakan dioleskan sebagai obat gosok pada bagian yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.

2. Mencegah Impoten

Bahan : 2 rimpang umbi halia atau jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh bubuk merica. Umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya; kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan diminum 1 kali seminggu dilakukan secara teratur.

3. Keracunan Udang

3-7 rimpang halia sebesar ibu jari diparut dan ditambah minyak tanah secukupnya. Cara menggunakan dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

4. Sakit Pinggang dan keseleo

4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari diparut dan dicampur dengan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya sampai merata. Cara menggunakan dioleskan (bobok) pada bagian badan yang terasa sakit.

5. Capai dan Pegal-pegal

a. 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dibakar dan dibersihkan, kemudian direbus bersama dengan susu perah secukupnya. Cara menggunakan: diminum biasa.

b. Bahan : 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur. Semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis) bersama-sama. Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.

c. Bahan : 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak. Umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air hangat secukupnya. Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

6. Sakit Kepala

2-3 lembar daun halia ditumbuk halus dan ditambah sedikit air. Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi.

7. Batuk

a. 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

b. Bahan : 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih. Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diremas-remas. Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

8. Mencret dan Muntah-muntah.

Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1 sendok teh minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis), kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih sampai merata. Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok

Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan

Di samping informasi di atas, pada Satumed.com/@dunia, dijelaskan bahwa dapat Jahe Mengurangi Mabuk Perjalanan

Jahe terbukti efektif mengurangi mual-mual karena mabuk perjalanan, menurut para peneliti pada pertemuan Digestive Disease Week.

Jahe adalah obat tumbuhan Cina yang telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi mual-mual. Untuk pertama kalinya, Dr. Wei Ming Sun dan rekan-nya dari The University of Michigan, Ann Arbor, melakukan penelitian yang membuktikan keefektifan jahe dalam meringankan gejala mabuk perjalanan.

7 orang yang sehat, usia 18 sampai 35 tahun, dibuat mabuk perjalanan secara buatan, dengan cara diputar-putar dalam sebuah drum besar selama 30 menit setelah selesai makan. Para peserta penelitian ini diberi bubuk jahe sebanyak 1.000 miligram atau pil plasebo (obat kosong) satu jam sebelum mabuk perjalanan ditimbulkan pada percobaan.

Rasa mual yang terjadi selama drum tersebut di putar, dicatat pada skala 1 sampai 3. Hasilnya terdapat penurunan secara bermakna pada peserta yang diberikan bubuk jahe daripada peserta yang diberikan plasebo. Menurut penelitian skor rata-rata pada kelompok yang diberikan jahe adalah 1.0, sedangkan kelompok plasebo rata-ratanya adalah 2.5.

Skor rasa mual setelah putaran drum dihentikan, dengan skala 1 sampai 10, adalah 7.8 bagi kelompok yang diberikan plasebo dan 1.5 bagi kelompok jahe. Peserta yang mendapat jahe akan lebih lambat merasakan mual, yaitu 11.4 menit berbanding kontras dengan mereka yang diberikan plasebo, yaitu 4.6 menit, menurut kelompok peneliti Sun.

Para peneliti juga mengukur aktivitas listrik dalam perut dan menemukan bahwa jahe menahan tingkat kontraksi di perut tetap normal selama putaran drum. Sebaliknya, kelompok plasebo merasakan peningkatan kontraksi sebanyak 7% dalam perut.

Pengobatan anti mabuk perjalanan memiliki efek samping yang signifikan, seperti pusing-pusing, dan mulut kering. “Jahe merupakan pengobatan alternatif herbal yang efektif,” kata Sun.

Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari

Sumber lain menulis, bahwa Jahe Ringankan Keluhan Pagi Hari

Bagi Anda yang pada pagi hari selalu menghadapi keluhan mual dan muntah, jangan kuatir karena menurut penelitian tamanan tradisional jahe diyakini dapat meringankan keluhan pagi hari itu.

Jahe (Zingiber Officinale) telah lama dikenal dan ditanam orang namun tak seorangpun tahu dari mana asal tumbuhan ini. Di Cina, jahe dikeringkan pertama kali disebut dalam ramuan yang ditujukan dalam Divine Plowman Emporer Shen Nong yang hidup 2000 sebelum Masehi. Jahe juga telah tumbuh beratus-ratus tahun di India.

Menurut peneliti Caroline Smith, PhD. Seorang professor obstetrics dan gynecology Univeristas Adelaide, Australia menyebutkan dari hasil penelitiannya bahwa ada efek menguntungkan dari minum jahe bagi wanita karena jahe dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Berbagai penelitian lain juga menujukan bukti ilmiah bahwa pemakaian jahe dapat mengontrol mual dan muntah di pagi hari yang disebut-sebut sebagai penyakit pagi hari bahkan penelitian menyebutkan jahe tidak memiliki efek samping baik pada ibu ataupun bayi.

Dalam penelitiannya, Caroline melibatkan 291 wanita yang mengkonsumsi 1 gram jahe atau 75 mg vitamin B-6 (25 mg tiga kali sehari). Vitamin B-6 dapat mengontrol mual namun tidak berfungsi bagi muntah.

Namun demikian baik jahe ataupun vitamin B-6 aman dan pilihan yang tepat untuk mengurangi keluhan pagi hari itu.

Meningkatkan Gairah Seksual

Menurut kompas.com (29/07/2002), jahe diramu dengan bahan lain menjadi jamu cabe puyang dapat Meningkatkan Gairah Seksual

Para penjual jamu sering mempromosikan cabe puyang sebagai jamu ‘pegal linu’. Artinya, untuk menghilangkan pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, serta keluhan badan panas dingin atau demam.

Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua. Khasiat lain: meningkatkan stamina dan gairah seks, serta meningkatkan nafsu makan. Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya.

Bahan lain yang ditambahkan antara lain: Temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, lengkuas merah, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala juga dicampur gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara Mengolah

Menurut Purwo Suryanto, dalam pembuatan jamu cabe puyang kita mesti menghindari alat dari alumunium atau logam karena bisa memunculkan reaksi kimia. Sebaiknya gunakan kuali tanah untuk merebus.

Misalnya untuk meningkatkan gairah seksual kita gunakan bahan-bahan seperti tertera pada kolom 14. Ukuran bahan ini cukup untuk sehari (pagi dan sore).

• cabe jawa 1,5 potong

• lempuyang 16 gr

• jahe 6 gr

• lengkuas merah 5 gr

• adas 3 gr

• gula aren secukupnya.

Cara I

Semua bahan diiris-iris kecil, lalu dicuci dengan air. Setelah itu, masukkan bahan ke dalam kuali dan diisi dengan air sebanyak 3 gelas (200cc). Tutup kuali dan biarkan sampai mendidih. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit. Setelah dingin, jamu siap diseduh dan diminum.

Cara II

Bahan-bahan yang sudah dicuci, digiling sampai halus atau ditumbuk. Masukkan tumbukan ke dalam air (200cc), lalu didihkan. Jangan lupa menutup kuali sampai rebusan menjadi dingin. Setelah mendidih, biarkan selama 15 menit lalu saring air rebusan. Minum air rebusan.

Aturan Pakai

Untuk mereka yang habis sakit, minumlah jamu dua gelas sehari (pagi dan sore) selama dua minggu. Setelah badan dirasa sudah baik, minumlah seminggu dua kali.

Sumber lain juga mendukung bahwa jahe dapat meningkatkan Gairah Seks.

Selain digunakan sebagai bumbu, jahe juga banyak dimanfaatkan sebagai obat. Secara tradisional rimpang yang rasanya pedas dan panas ini digunakan sebagai obat batuk, penghangat tubuh, meningkatkan stamina, dan afrodisiak alias untuk menambah daya dorong energi seksual Anda. Wah!

Diantara semua jenis empon-empon, jahe termasuk yang paling banyak diteliti. Menurut British Herbal Pharmacopoeia, buku standar obat herba Inggris, jahe bermanfaat mengurangi gas dalam perut, meredakan gangguan pencernaan, peluruh keringat, anti mabuk, dan peluruh dahak.

Selain itu jahe juga diketahui mengurangi kadar kolesterol darah dan mencegah pembentukan plak dalam pembuluh darah arterial. Pemakaian jahe dapat dilakukan secara internal yaitu dalam bentuk teh, kapsul, atau tinktur dan eksternal, yaitu sebagai bahan untuk memijat. Pijatan dengan minyak jahe dapat meredakan kelelahan, mengendurkan ketegangan otot dan membersihkan toksin.

Walaupun manfaatnya banyak dan aman digunakan wanita hamil selama tidak berlebihan, jahe tidak dianjurkan bagi penderita gangguan empedu, demam tinggi, dan tukak saluran cerna. Pemakaian jahe juga harus dikonsultasikan pada dokter jika menggunakan obat anti koagulan (warfatin), anti diabetes dan obat jantung.

Untuk meningkatkan gairah seks, bahan:4 cm jahe merah; 7 butir merica hitam; 1 sdt kulit jeruk purut.

Cara membuat: haluskan semua bahan, tambahkan sedikit air masak sampai menjadi adonana. Bulat-bulatkan sebesar ujung kelingking, diameternya sekitar 0,5 cm. Telan 3-5 butir menjelang tidur.

Untuk batuk, bahan:4 cm jahe; 1/2 sdt adas; 4 cm kayu manis; 6 buah cengkeh; 3/4 gelas gula merah iris.

Cara membuat: jahe dibakar sebentar, lalu dikupas dan dimemarkan. Rebus jahe dan bahan-bahan lain dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Angkat ramuan, saring. Minum setelah dingin 3x sehari seukuran 4 sendok makan. Untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas, 3x sehari ukuran 2 sendok makan.

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Zat-zat yang terdapat pada halia atau jahe (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.

di dukung oleh herbal

Pengikut